Rabu, 07 Mei 2014

Bunga Lavender



NameBunga Lavender berasal dari Eropa yang kemudian diadopsi ke Indonesia. Warga ungunya yang menawan, memikat hati banyak perempuan untuk merawatnya.

Tentu tak hanya warna cantiknya yang mampu memikat, khasiat tumbuhan ini juga membuatnya makin dicinta. Dengan hanya menggosokkan bunga ke kulit, aroma wangi yang ditinggalkan tak hanya merilekskan pikiran namun juga mantap sebagai anti nyamuk.

Nah begitu khasiat hebatnya diketahui manusia modern, bunga ini akhirnya memasuki tahap perkebunan. Tingginya permintaan industri akan bunga ini, membuat banyak petani beralih berkebun bunga lavender. Hasilnya bahkan dipandang lebih fantastis dibanding dengan bertanam jagung atau lainnya.

Bunga Lavender (Lavandula afficinalis syn.L. angustifolia (Lamiaceae), paling banyak ditemukan di wilayah Perancis. Masyarakat sekitar menggunakannya sebagai parfum, perlengkapan upacara keagamaan (ritual) dan tanaman obat sejak zaman Romawi kuno. Sebutan bunga lavender bagi orang Roma adalah lavare yang artinya menyegarkan.

Apakah bisa atau tidak bunga lavender di tanam di rumah? sebenarnya bunga ini memang akan sangat bagus jika ditanam di ketinggian 600m-1300m dpl, tapi tidak menutup kemungkinan bisa di tanam di sekitar rumah kita karena tanaman ini sebenarnya sangat menyukai iklim yang kering untuk tumbuhnya.

Fase Pertama dari penanaman lavender adalah fase persemaian. Fase ini fase yang sulit dan sangat krusial pada penanaman lavender. Kegagalan dalam proses penanaman lavender banyak terjadi pada fase persemaian ini. Setelah kita mendapat biji/bibit bunga lavender, biji tersebut kita tebar ke kompos. Pemilihan kompos sangat penting, tidak boleh kering, dan padat haruslah kompos yang gembur dan tidak berpasir.

Pemilihan kompos akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan menanam lavender, kompos yang baik akan memperbesar kemungkinan lavender tumbuh dengan baik. Setelah biji ditebar di kompos,kita harus menyiraminya setiap hari 2 kali sehari, bahkan lebih jika perlu. Kompos dan biji lavender jangan dibiarkan sampai kering. Kemudian peletakkannya juga diusahakan agar tidak terkena sinar matahari langsung atau terlalu banyak.

Setelah 1-2 minggu biji akan mulai berkecambah dan dapat kita pindahkan ke pot yang lebih besar di tanah gembur yang dicampur dengan kompos. Jangan letakkan lavender di tanah yang liat dan keras karena tanaman ini membutuhkan aerisasi (sirkulasi udara) di akarnya sehingga sangat dibutuhkan tanah yang gembur. Lavender harus sering kita sirami dan lihat keadaan tanahnya jangan sampai tanahnya kering. Setiap 2 minggu sekali tanaman dapat kita berikan pupuk, pupuk yang digunakan tidak boleh pupuk kimia, karena tanaman ini tidak suka pupuk kimia. Dapat kita gunakan pupuk kompos untuk membuatnya tumbuh lebih baik.

Lavender yang sudah tumbuh sekitar 10 cm harus sering kita letakkan di tempat yang banyak terkena sinar matahari namun juga tetap harus sering disiram dan jangan sampai tanahnya kering. Jika ingin memindahkan ke area yang lebih besar, lavender dapat dipindah setelah berukuran 15 cm agar tanaman sudah sedikit lebih kuat (batangnya sudah berkayu). Lavender juga tergolong tanaman yang handal dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Lavender akan mulai berbunga setelah 1 tahun penanaman dan wanginya juga akan mulai tercium.

Tertarik mencobanya? Selamat menanam lavender di rumah anda! :D Name

0 komentar:

Posting Komentar